Quote

Pagi itu saya dan seorang sahabat rencananya pengen jalan menyusuri pantai yang ada di sepanjang jalan dari Yogyakarta ke Wonosari. Saya pernah baca di beberapa website dan juga dengar dari cerita orang-orang bahwa di sana terdapat banyak pantai yang indah, salah satunya Pantai Krakal ini.

Sebenarnya saya pengen menyusuri semua pantai yang ada di sana hingga ke ujung jalan Wonosari, yaitu Pantai Ciung yang (katanya) sangat indah itu. Tapi saya tidak yakin waktunya bakal terkejar mengingat jarak tempuhnya yang cukup jauh.

Untuk menghemat waktu dan lebih bisa mengambil beberapa photo yang ada di sana, kamipun mengendarai motor. Cuaca di Yogyakarta saat itu lumayan cerah dan panas, biarpun di ujung sebelah sana terlihat awan mendung mulai bergelayut. Kami mulai menyusuri jalanan, masuk dari arah ringroad menuju perempatan jalan ke arah Gunung Kidul.

Jalan menuju Pantai Krakal

***Gunung Kidul ini bukan nama temannya Merapi lho ya, tapi nama sebuah kabupaten di Yogyakarta yang berupa dataran tinggi dan terletak di pesisir Laut Selatan. Yang unik dari daerah ini adalah, biarpun letaknya di dataran tinggi, namun udara di sana cukup panas sekitar 34˚C pada siang hari itu.***

Jalanan cukup rata di sana, dengan pemandangan yang indah di kiri kanan kami. Gunung Kidul merupakan sebuah daerah yang dahulu terkenal karena kegersangannya. Namun saat ini cukup menggembirakan juga karena pemerintah daerah di sana ternyata telah berhasil menggalakkan penghijauan daerah ini. Sudah tak terlihat lagi bukit-bukit gersang yang tadinya terhampar luas di sepanjang jalan di daerah Gunung Kidul ini, digantikan dengan tanaman yang tumbuh menyemak namun tertata rapi.

Selamat Datang di Wonosari

Jalannya Mulus

Sudah mulai tumbuh "rambut" yaa

Kami sempat berhenti sebentar di daerah Hargo Mulyo untuk mengabadikan pemandangan kota Yogyakarta yang terlihat dari atas bukit.

Pemandangan dari atas bukit

Di sepanjang jalan tersebut terdapat banyak rumah makan yang menyajikan makanan dengan harga yang cukup terjangkau. Tidak ketinggalan pula bengkel-bengkel yang berjejer di sana-sini menjual asesoris dan spare part kendaraan bermotor dengan harga yang relatif lebih murah dari Jakarta.

Cow-Walk

Keindahan pemandangan di pedesaan benar-benar membuat kami begitu menikmati perjalanan, walaupun panas mulai menyengat dan keringat bertambah deras mengucur. Sawah yang menghijau, sapi yang berjalan lengang di tepi jalan, dan rimbunnya bukit-bukit di sekeliling kami benar-benar pemandangan yang tentu saja jarang kami temui selama ini.  Yang perlu diperhatikan adalah patokan-patokan jalan untuk mengetahui arah yang dituju seperti tersusun di bawah ini:

Petunjuk 1

Petunjuk 2

Petunjuk 3

Petunjuk 4

Petunjuk 5

Petunjuk 6

Petunjuk 7

Petunjuk 8 - Ambil Jalur Kiri (Jalan Menanjak)

Petunjuk 9 - Belok Kiri

Petunjuk 10 - Belok Kiri

Petunjuk 11 - 66 km!

Petunjuk 11

Petunjuk 12 - Ah, sampai juga akhirnya

Untuk masuk ke pesisir pantai yang ada di Gunung Kidul ini, kami harus membayar tiket sebesar Rp. 4.500,-. Tidak mahal bukan?

HTM - Harga Tiket Masuk

Setelah berkendara selama kurang lebih 3 jam, tibalah kami di Pantai Krakal yang indah itu. Pasir putih yang membentang dan lautan yang berombak lembut membuat kami ingin segera menceburkan diri ke dalamnya. Sayangnya, di sebagian pantai dipenuhi dengan karang yang dapat melukai kaki kita. Namun apabila kita ingin berenang, sebaiknya berjalan di sisi pantai sebelah kanan karena pantai tersebut tidak terlalu banyak ditumbuhi karang sehingga kita bisa berenang di dalamnya.

Di sana telah dibangun banyak tempat permandian sehingga apabila kita ingin membersihkan diri setelah berenang, kita dapat dengan mudah menemukannya. Dengan hanya membayar sebesar Rp. 1.000,- kita sudah bisa menikmati air tawar untuk mandi.

Rumah Makan di Tepi Pantai

Banyak rumah makan yang berjajar di sepanjang pantai siap untuk menjamu para tamu yang datang ke pantai tersebut.

Nelayan Menjual Hasil Tangkapannya Hari itu

Banyak nelayan yang membuka lapak seperti pasar kaget, menjual ikan hasil tangkapan mereka hari itu. Kami mendekati kerumunan itu ingin melihat apa saja yang mereka jual. Namun sayang, harga yang mereka tawarkan tidak jauh berbeda dengan harga di pasar dekat rumah, kesegarannya pun agak kurang menggoda. Jadi kami memutuskan untuk tidak membelinya. Mungkin karena saat itu hari sudah siang, jadi ikan-ikan yang ditawarkan sudah keburu layu?

Hmmm...Jadi Laperrrr

Kelapa Muda

Kami lalu memutuskan untuk membeli makanan yang sudah jadi saja di salah satu rumah makan di sana. Kami juga memesan kelapa muda yang banyak terdapat di sana, dan memang sudah merupakan cirri khas daerah pantai. Segar rasanya menikmati kelapa muda yang dicampur es batu di siang itu, apalagi di depan kami juga mulai berdatangan makanan yang kami pesan. Sungguh luar biasa. Untuk sepiring cumi masak asem manis harganya hanya Rp.10.000,-, begitu juga harga udang goreng tepung Rp.10.000,-. Untuk sebakul nasi, kami hanya membayar Rp.10.000,- (porsi jumbo, cukup untuk 4 orang). Dan terakhir kelapa muda Rp.7.000,-. Harga yang benar-benar murah untuk kenikmatan yang begitu luar biasa. Bukan lebay, tapi ini memang nyata!

Tak terasa, hari sudah menunjukkan pukul 4 sore. Kami harus beranjak pulang, dan tidak mungkin meneruskan perjalanan ke Pantai Ciung yang masih sangat jauh dari tempat kami itu. Kami juga ingin mengejar pesona matahari terbenam yang terlihat dari sela-sela bukit yang kami lewati tadi. Kamipun bergegas pergi untuk mengejar moment itu.

Perfecctoooo

Mantabsss!!

Sekali lagi, kami dibuat terpana dengan keindahan alam yang ada di depan kami. Luarrrr biasa! Bagi Anda yang ingin mengunjungi Gunung Kidul, jangan sampai melewatkan momen ini.

Di perjalanan pulang, kami mampir ke jejeran warung penjual buah-buahan dan bermacam “klethikan” khas daerah Gunung Kidul. Tempat di mana banyak warung ini mengingatkan saya dengan Puncak, Jakarta. Tapi rasa buah-buahan di sini ditanggung manis dan lazziiss…karena pohonnya tumbuh di daerah yang kering. Harganya pun lebih murah dibanding di pasar. Untuk 1 kg sawo yang cukup besar harganya hanya Rp.5.000,-. Lumayan murah bukan? Pasti sekarang Anda sudah mulai berpikir untuk berkunjung ke sana.

Beli oleh-oleh duluuu...Manis-manis lhoo...

Siapkan kamera agar bisa terus mengabadikan semua keindahan yang terpampang di depan Anda. Jangan sampai menyesal.

Sampai jumpa!

PANTAI KRAKAL – YOGYAKARTA

2 responses »

  1. Wah asyik nian. Pantainya cantik sekali. Saya belum pernah ke Krakal tp Baron sdh. Sepertinya tempat makan konsepnya sama dng yg di Baron, milih seafood yg akan disantap terus dimasakin di resto. Ingat waktu itu samplai blengek makan ikan laut, habis murah sih waktu itu

    • Iya memang cantik sekali pantai-pantai di daerah Wonosari, Gunung Kidul, ini. Harga makanannya pun sampai saat ini cukup murah dan enak. Ada pantai di ujung Wonosari yang juga sangat indah, namanya Pantai Ciung. Nanti kalau saya sempat ke sana, saya akan share lagi di sini.
      Thanks sudah mengikuti perjalanan saya. Salam kenal.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s